in ,

Warga Sungai Penuh Terdetek Positif Corona, Pemuda Muhammadiyah Usul Skema Lockdown

PPPM – Kasus seorang warga Sungai Penuh positif corona–berdasar hasil rapid tes–, memantik reaksi. Pemerintah diminta serius dan tak lengah mengantisipasi meluasnya wabah Covid-19 itu. Usul skema Lockdown menyeruak dari Pemuda Muhammadiyah.

Pria itu berumur 55 tahun. Baru dua pekan pulang dari Jakarta. Setibanya di rumah, di wilayah Kota Sungai Penuh, pria itu sempat kepergok bolak-balik keluar rumah. Ia juga sempat berinteraksi dengan warga, sholat berjamaah di Masjid setempat.

Jumat 10 April 2020 lalu, tepat 14 hari kepulangannya dari Jakarta, pria itu menjalani rapid tes. Hasilnya positif. Jagat maya kembali geger. Warga di ujung barat Provinsi Jambi itu heboh.

Meski tingkat akurasi rapid tes hanya 35 persen, pria itu masih menunggu uji swab, untuk memastikan apakah virus yang terdetek di dalam tubuhnya itu merupakan Covid-19. Bisa saja tidak.

Pemerintah langsung bergerak cepat. Malam itu juga, pria ini diboyong ke RSU MH Thalib Kerinci. Ia langsung diisolasi dalam kamar khusus dan menjalani perawatan.

Indra Mustika, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kota Sungai Penuh berharap pemerintah tak lengah. Ia mendesak pemerintah serius menangani kasus Corona ini secara ketat. Ia mengusulkan skema lockdown, paling minimal meniru pemerintah DKI yang menutup akses masuk ke wilayahnya.

“Tidak salah jika Pemerintah lebih ketat dan berkerja keras dengan melakukan sikap preventif. Kota Sungai Penuh bisa meniru DKI yang menutup akses masuk dalam berjuang melawan Covid-19,”ujarnya.

Pemerintah, kata Indra, harus hadir. Dengan meningkatkan koordinasi dan sosialisasi kepada warga. Gugus tugas serta tenaga medis, semestinya disiapsiagakan untuk menghadapi segala kemungkinan terburuk itu.

“Agar Kota Sungai Penuh memang betul-betul aman serta tidak lengah dalam mengatasi pendemi global yang telah berdampak pada semua sendi kehidupan,”ujarnya.

Wabah Corona, lanjut Indra, tak hanya berdampak terhadap kesehatan manusia saja. Kini, warga menghadapi ancaman baru, kehancuran ekonomi dan ancaman kelaparan.

“Jangan ada celah sedikitpun kelengahan yang justru akan membuat kondisi masyarakat semakin was-was,”ujarnya.
Kepada warga, Indra mewanti-wanti untuk tetap berdisiplin diri, mengikuti arahan pemerintah dan ulama.

“Baik itu terkait menjaga jarak maupun tidak keluar rumah, serta fatwa ulama tentang ritual ibadah ditengah pendemi Covid-19 ini. Semoga Allah melindungi kita semua Warga Kota Sungai Penuh, amiin..,”katanya.

Sumber : jambilink.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0