in , ,

Upaya Percepatan Ekonomi, PP Pemuda Muhammadiyah Bersama Pemerintah Gelar Literasi Keuangan Syariah

PEMUDAMUHAMMADIYAH.ORG, LAMPUNG – Menindaklanjuti acara MoU dengan layanan Keuangan Inklusi dan Keuangan Syariah yang dibuka oleh Kemenko RI di Bogor sebulan yang lalu, Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah kembali mengadakan pendidikan Literasi Keuangan Inklusi dan Keuangan Syariah bagi Pemuda dan Mahasiswa Muhammadiyah Lampung, Selasa (20/4).

Keuangan Inklusi sendiri adalah akses bagi setiap orang atau bisnis untuk bisa memanfaatkan produk ataupun layanan keuangan dari transaksi, pembayaran, tabungan, kredit hingga asuransi.

Ketua Ekonomi PP Pemuda Muhammadiyah Horo Wahyudi mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan upaya Pemuda Muhammadiyah membantu pemerintah mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat kecil terdampak pandemi.

“Acara ini targetnya adalah bagaimana teman-teman Pemuda apalagi yang bergerak di UMKM lebih terfokus dan faham tentang keuangan syariah dan kemanfaatannya. Kedua, bagaimana UMKM mampu menyerap dana dari perbankan melalui bank syariah seperti BSI dan sebagainya. Harapannya teman-teman pemuda Muhammadiyah se-Indonesia dan mahasiswa lebih terbuka tentang keuangan syariah,” jelas Horo.

Terkait keuangan syariah dan keuangan inklusi, Presiden melalui Peraturan Presiden (Perpres) No. 114 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) pada tanggal 7 Desember 2020 telah mendorong agar percepatan dan peningkatan akses keuangan kepada seluruh masyarakat digarap dengan baik.

Sementara itu survei OJK pada 2019 menunjukkan Indeks Keuangan Inklusif sebesar 76.19%, sehingga target inklusi keuangan sejumlah 75% pada Tahun 2019 sebagaimana tercantum pada Perpres 82/2016 telah tercapai.

Namun demikian, indeks inklusi keuangan syariah menurun dari 11,1% pada tahun 2016 menjadi 9,1% pada Tahun 2019. Dengan besarnya populasi penduduk muslim di Indonesia yang mencapai 87,18% dari total penduduk sejumlah 255 juta, Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, sehingga terdapat potensi yang besar untuk meningkatkan indeks inklusi keuangan syariah di Indonesia.

Atas alasan itulah, Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah mewakili Sekretariat Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) Erdiriyo percaya menggandeng dan menjadikan Pemuda Muhammadiyah sebagai prioritas akses layanan keuangan akan mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Dengan implementasi keuangan inklusif bagi Pemuda Muhammadiyah, disertai besarnya jumlah penduduk muslim di Indonesia, besar harapan target indeks keuangan inklusif sejumlah 90% untuk tahun 2024 sebagaimana telah ditetapkan oleh Bapak Presiden pada tahun 2020 yang lalu, diharapkan dapat tercapai,” jelas Erdiriyo.

 

Menanggapi acara yang digelar di Kota Bandar Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung itu Bendahara Umum PP Muhammadiyah Zaedi Basiturozak berharap kader-kader Pemuda Muhammadiyah mampu memanfaatkannya dengan baik.

“PP Pemuda Muhammadiyah menyambut baik upaya pemerintah membangun sinergi permodalan dalam rangka meningkatkan atau mendampingi UMKM sehingga harapannya mereka bangkit dan pulih di tengah situasi pandemi ini,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0