in

Temui Panglima TNI, Sunanto dan Panglima Sampaikan Pesan Kebangsaan

Alt Text
Caption

Jakarta — Selasa siang 8 Januari 2019 pukul 13.30 WIB, Sunanto, Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah melakukan silaturahim kebangsaan dengan mengunjungi Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto Markas Besar TNI Cilangkap Jakarta Timur. Sunanto ditemani tujuh pengurus harian PP Pemuda Muhammadiyah di antaranya Zaedi Basiturrozak (Bendahara Umum), Nugroho Noto Susanto (Ketua), Mukayat Amin (Ketua), Samson Yasir Al Katiri (Ketua), Dedi Irawan (Ketua), Yudi Najibullah (Wakil Sekretaris Jendral), dan Anderian Noor (Wakil Sekretaris Jendral). Pada kesempatan tersebut, selain Panglima TNI Hadi Tjahyanto, rombongan Pemuda Muhammadiyah juga disambut oleh Aster Panglima TNI Mayjen TNI George Elnadus Supit, Kapuspen TNI Brigjen TNI Sisriadi dan Kapusbintal TNI Laksma TNI Budi Siswanto.

Pada agenda silaturahim tersebut, forum dibuka oleh Panglima TNI dengan mengucapkan selamat datang di Mabes TNI sembari mempersilakan rombongan Cak Nanto untuk menikmati teh panas khas air cilangkap dengan nada bercanda. Cak Nanto menimpali tawaran Panglima TNI dengan menyatakan, “teman-teman kayaknya betah tinggal di Mabes TNI, karena teh nya cocok. Di sini kayaknya gizinya terjamin”. Kelakar Nanto, disambut ketawa ringan oleh semua yang hadir di forum tersebut. Panglima TNI, Hadi Tjahyanto secara khusus mengucapkan selamat kepada Cak Nanto, panggilan akrab Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah atas keterpilihannya sebagai ketua umum di muktamar Pemuda Muhammadiyah akhir 2018 lalu. Panglima juga bersyukur karena penyelenggaraan muktamar Pemuda Muhammadiyah berlangsung lancar, dan khidmat sesuai dengan tradisi di Pemuda Muhammadiyah.

Kepada semua rombongan Pemuda Muhammadiyah yang hadir, Hadi Tjahyanto menyampaikan beberapa pesan kebangsaan. Di antaranya adalah ajakan dari Panglima TNI untuk bersama-sama menguatkan persatuan, dan keutuhan NKRI. Menurut Hadi Tjahyanto, persatuan dan keutuhan NKRI adalah kunci suksesnya pembangunan Indonesia. Apalagi saat ini bangsa Indonesia sedang menghadapi tahun politik. Suhu politik semakin tinggi, sehingga peran organisasi masyarakat seperti Pemuda Muhammadiyah untuk membangun kohesifitas dan stabilitas nasional sangat diperlukan. Panglima TNI juga mengapresiasi kiprah Pemuda Muhammadiyah yang selalu menunjukkan loyalitas kebangsaan. Salah satunya adalah adanya KOKAM. Seragam KOKAM juga keren banget, ujar Hadi Tjahyanto.

Atas penyampaian beberapa pokok pikiran panglima TNI Hadi Tjahyanto, Sunanto juga menyampaikan gagasan kebangsaan. Cak Nanto mengawali komentarnya dengan mengucapkan terima kasih telah diterima dengan sangat baik dan penuh kehangatan di Mabes TNI Cilangkap. Cak Nanto menyatakan bahwa muktamar dan pelantikan pemuda muhammadiyah telah terselenggara dengan baik,dan kondusif. Bahwa dalam proses muktamar terdapat dinamika politik antar kontestan, Cak Nanto sampaikan hal itu sebagai sesuatu yang wajar dalam sebuah perhelatan muktamar.

Pada kesempatan tersebut, Cak Nanto menegaskan komitmen kebangsaan Pemuda Muhammadiyah. Cak Nanto menyebut bahwa Jendral Sudirman, sebagai panglima TNI (dulu TKR), merupakan kader otentik Hizbul Wathan, salah satu organisasi Otonom Muhammadiyah. Sedangkan Pemuda Muhammadiyah adalah organisasi otonom Muhammadiyah yang kelahirannya banyak diinisiasi oleh Hizbul Wathan. Maka, jiwa kebangsaan atau nasionalisme Pemuda Muhamamdiyah telah mendarah daging di setiap nafas dan darah aktifis Pemuda Muhammadiyah sebagaimana Jenderal Sudirman telah buktikan. Ringkasnya, ujar Cak Nanto, bagi Pemuda Muhammadiyah, konsep kebangsaan Republik Indonesia telah final sesuai kesepakatan para pendiri bangsa termasuk di dalamnya tokoh-tokoh Muhammadiyah.

Cak Nanto secara khusus meminta bimbingan dan masukan dari Panglima TNI terhadap keberlangsungan pengurus PM periode 2018-2022 khususnya tentang konsep-konsep bela negara. Ketum Pemuda Muhammadiyah juga menyampaikan beberapa butir usulan program untuk dapat disinergikan antara Pemuda Muhammadiyah dan TNI. Di antaranya adalah kerja sama pelatihan KOKAM, Pelayaran Kabangsaan untuk pemuda Muhammadiyah, pelatihan SAR dan tanggap bencana, beasiswa studi S2 bagi pemuda Muhammadiyah di Universitas Pertahanan Indonesia, serta quota bagi kader Pemuda Muhammadiyah  yang hendak mengikuti seleksi sebagai anggota TNI.

Atas berbagai masukan dan usulan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto tersebut, Panglima TNI Hadi Tjahyanto menyambut baik dan bahkan merasa bergembira ternyata Pemuda Muhammadiyah memiliki atensi tinggi terhadap berbagai isu kebangsaan khususnya di aspek pertahanan. Menurutnya, jika TNI diisi oleh kader-kader terbaik dari Pemuda Muhammadiyah, maka kekuatan bangsa ini makin hebat. Karena menurutnya, kecintaan kader Pemuda Muhammadiyah terhadap NKRI sudah tidak diragukan lagi. Panglima TNI Hadi Tjahyanto bahkan memberi arahan kepada pejabat yang berkompeten di TNI seperti Aster panglima TNI, dan Kapuspen TNI agar segera menindaklanjuti pikiran-pikiran Cak Nanto tersebut dengan Nota Kesepahaman (MOU) antara TNI dan Pemuda Muhammadiyah. Pada kesempatan itu, Cak Nanto juga mengundang Panglima TNI Hadi Tjahyanto untuk hadir di Apel Kokam di Jawa Barat dan Jawa Timur pada Februari 2019. Panglima TNI menyambut baik undangan tersebut dan mengupayakan untuk menghadiri apel akbar KOKAM itu. Di penghujung acara, masing-masing lembaga memberikan tanda mata sebagai kenang-kanangan dan foto bersama.

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0