in

LoveLove

Sejarah dan Alasan Dipilihnya Manado Jadi Tuan Rumah Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah

PEMUDAMUHAMMADIYAH.ORG, MANADO – Kota Manado dipilih oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menjadi tuan rumah penyelenggaraan Tanwir ke-1 Pemuda Muhammadiyah 2021.

Agenda Tanwir yang diselenggarakan pada Jumat hingga Ahad (2-4) April 2021 sendiri merupakan agenda musyawarah nasional tertinggi kedua di bawah Muktamar.

Salah satu agenda Tanwir adalah membahas persiapan Muktamar, isu aktual dan kebijakan organisasi. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto menyampaikan alasan dipilihnya Manado sebagai tuan rumah Tanwir.

“Kami tempatkan di Manado, sebab suatu toleransi tidak bisa dilakukan dengan di forum-forum, tapi harus dilakukan dengan interaksi-interaksi sosial memahami satu sama lain sehingga kita bisa memberikan satu bukti nyata,” terangnya.

Kota Manado yang terletak di provinsi Sulawesi Utara memang wilayah minoritas muslim. Badan Pusat Statistik tahun 2019 mencatat penduduk Islam berjumlah 38.47%, sementara itu Protestan 55.57%, Katolik 4.94%, Hindu 0.22%, Buddha 0.12%, Konghucu 0.04%.

Pemilihan Kota Manado sebagai tuan rumah Tanwir turut dipuji oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir secara langsung dalam pembukaan Tanwir.

“Saya sangat senang bisa hadir di sini, beliau (Cak Nanto) memilih untuk di Sulawesi Utara karena Pemuda Muhammadiyah sangat menghargai pluralisme, memilih wilayah di mana Manado ini hampir 70 persen non muslim, saya salut dan apresiasi,” puji Listyo, Jumat (3/4).

Di Manado, Muhammadiyah telah bergerak membangun masyarakat setempat dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Manado yang berdiri sejak 2008, beserta sejumlah pusat-pusat keunggulan Muhammadiyah lainnya yang telah dibangun jauh lebih dahulu.

Ibrahim Polontalo dalam Muhammadiyah di Sulawesi Utara 1928-1990 (1995) misalnya mencatat bahwa Muhammadiyah masuk ke Manado terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka, yakni pada tahun 1934 dengan didirikannya Cabang Amurang sebagai tanda.

Peresmian Muhammadiyah Manado pada tahun itu turut dihadiri oleh tokoh-tokoh utama Muhammadiyah pusat seperti Kiai Muchtar, Siti Badilah Zubir dari ‘Aisyiyah, dan Asi Nardjo dari Pemuda Muhammadiyah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0