in ,

Refleksi Akhir Tahun, Cak Nanto: Kebersamaan Hilang dari Indonesia

PEMUDAMUHAMMADIYAH.ORG, JAKARTA – 2020 bukan hanya tahun yang berat bagi Indonesia dalam perjuangan melawan pandemi, tetapi juga perjuangan merekat sekat kebangsaan di antara sesama warga negara.

Hadir sebagai panelis dalam Refleksi Akhir Tahun Forum Diskusi Denpasar, Rabu (16/12) Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto prihatin dengan hilangnya keakraban dalam kehidupan kebangsaan.

Elit politik yang tidak kunjung menunjukkan kualitas negarawan dan produk hukum yang tidak berkeadilan, bagi Cak Nanto adalah unsur yang paling bertanggungjawab dalam mewujudkan keakraban warga negara.

“Rekayasa sebagai negarawan saya kira sampai saat ini masih menjadi angan-angan besar bagi bangsa kita karena masih terkotak-kotaknya perspektif baik pada segi politik dan kebijakan, dan itu ditambah lagi pada realisasi di kehidupan bangsa ini,” tuturnya.

Akibatnya, usaha besar untuk mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera dengan cara menggarap potensi anak muda Indonesia menjadi terbengkalai oleh pertikaian politik sektarian.

“Ini yang kita lihat rusaknya bangsa kita ke depan karena relasi pejabatnya, pemerintahannya itu tersekat oleh kepentingan-kepentingan golongan. Saya kira kalau sudah jadi pejabat negara harus hadir di semua golongan sebagai tanggungjawabnya. Karena itu membangkitkan jiwa kenegarawanan memang butuh talenta,” kritiknya.

“Karena itu, (elit politik) baik di partai politik dan pemerintah harus mulai menghilangkan sekat-sekat golongan dalam melahirkan policy (kebijakan) dan bagaimana mengayomi semua rakyat Indonesia dan semua golongan,” pesannya. (afn)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0