in ,

PP Pemuda Muhammadiyah Dukung Erick Thohir Berantas Mafia Impor Alkes

PPPM – Ketua Hukum dan HAM Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah, Razikin, mengungkapkan bahwa rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menekan produk Impor alat kesehatan (Alkes) patut didukung oleh semua pihak.

Menurut Razikin, hal itu merupakan langkah berani, karena dapat dipastikan akan berhadapan dengan para Mafia yang selama ini menikmati keuntungan besar dalam bisnis Impor Alkes.

“Ketergantungan Impor alat kesehatan ini menurut saya dikarenakan tidak adanya political wiil untuk membangun kedaulatan kesehatan di satu sisi dan pada yang lain, kuatnya cengkraman para Mafia Impor dan para Mafia ini bermain mata dengan penyelenggara Negara,” ungkapnya dalam keterangan resmi yang diterima AKURAT.CO, Jakarta, Sabtu (18/4/2020).

Alumni Universitas Indonesia (UI) itu menilai, penjelasan Erick Thohir bahwa Alkes Indonesia 90 persennya bergantung pada Impor merupakan gambaran betapa rapuhnya Negara ini akibat ketergantungan Impor terutama pada kebutuhan-kebutuhan mendasar, seperti Alkes dan pangan.

“Bisa dibayangkan, menghadapi Covid-19 ini saja, kita sudah kewalahan, apalagi menghadapi ancaman perang militer, Negara ini akan luluh lantah. Karena itu, tidak ada jalan lain, kecuali mendukung industri dalam Negeri untuk dapat memproduksi Alkes, setiap saat para pemimpin kita bicara tentang kehebatan bangsa ini dari semua aspek. Tapi faktanya kita sangat lemah,” ujar Razikin.

Razikin mengatakan, soal Alkes tidak boleh lagi hanya dilihat sebagai fasilitas medis saja, tetapi lebih jauh harus diletakkan dalam kerangka pembangunan ketahanan Nasional dalam bidang kesehatan atau Health Security.

“Karena itu harus ada pengintegrasian antar kementerian, terutama Kementerian BUMN, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pertahanan,” katanya.

Kembali lagi soal Mafia Impor, Razikin menegaskan bahwa pihaknya mendukung sepenuhnya Erick Thohir untuk mengungkap permainan para Mafia itu.

“Dan kami minta KPK tidak hanya menunggu bola, fungsi-fungsi pencegahan harus lebih diaktifkan, jangan biarkan Pak Erick berjuang sendiri, semua pihak harus mendukung beliau,” ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri BUMN Erick Thohir, menyampaikan bahwa saat ini mayoritas bahan baku untuk obat-obatan dan Alkes masih Impor. Karenanya, ia pun mengaku sangat prihatin dengan hal tersebut.

“Mohon maaf kalau saya bicara ini, sangat menyedihkan kalau negara sebesar Indonesia ini, 90 persen bahan baku dari luar negeri untuk industri obat. Sama juga alat kesehatan, mayoritas dari luar negeri,” ujarnya usai meninjau RS Pertamina Jaya, Jakarta, Kamis (16/4/2020).

Sumber: akurat.co

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0