in ,

Peringati Sumpah Pemuda, Cak Nanto Dorong Kaum Muda Berikan Harapan Baru dalam Dunia Politik

PEMUDAMUHAMMADIYAH.ORG, JAKARTA – Menjadi narasumber dalam forum peringatan Sumpah Pemuda di Media Center DPR Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (28/10) Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto mendorong kaum muda terjun ke dunia politik.

Dorongan itu utamanya disampaikan Cak Nanto agar para pemuda ikut menjadi penentu kebijakan dan tidak menjadi objek kebijakan saja. Apalagi visi Indonesia Emas Tahun 2045 memberi ruang yang besar bagi peran para pemuda.

Cak Nanto juga berharap agar anak-anak muda yang masuk dalam perjuangan politik benar-benar memberikan perubahan baru dan bukan malah mewarisi kultur politik yang tidak baik dari kalangan tua seperti perpecahan identitas berdasarkan partai atau pilihan politik.

“Kita berhadapan dengan politisi muda yang saat ini di dalam (parlemen) yang ditangkap KPK juga sudah banyak dan anak-anak muda dan itu saya kira satu tantangan baru bagi yang sebelumnya, ini sudah skeptis contohnya. Anak muda perlu ditambah lagi dengan perilaku yang terkena oleh situasi budaya korupsi, itu saya rasa menjadi tantangan besar bagi anak-anak muda,” terangnya.

Meskipun ada tantangan itu, Cak Nanto berharap kaum muda tidak antipati untuk berjuang melalui jalur politik untuk benar-benar memberikan harapan baru.

“Jika anak-anak muda mengambil jarak dengan politik, maka kemungkinan politik akan dikelola oleh orang-orang yang tidak baik. Sehingga produk yang dihasilkan kemungkinan besar menjadi tidak baik,” tuturnya.

Sementara itu kepada kaum muda yang telah duduk di parlemen, Cak Nanto berpesan agar mereka menunjukkan keteladanan yang membuat kaum muda lain terinspirasi untuk ikut berjuang dalam ranah politik.

“Saya berharap anak muda di DPR RI menjadi satu bentuk kekuatan dan teladan biar yang pesimis itu di luar menjadi tertarik, tapi kalau anak muda juga sudah misalnya tidak memberikan optimisme, saya khawatir semakin jauh mereka temen-temen keluar dari ranah kebijakan dan diambil oleh orang-orang yang memiliki kekuatan super power, yang secara kebijakan nggak bisa ditolak dan kemungkinan kuatir kebijakan yang dikeluarkan itu adalah menyakiti dan tidak sesuai dengan kondisi dan keadaan rakyatnya,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0