in

Pengajian di Lamongan, Cak Nanto Dorong Kader Potensial Berkiprah di Ranah Kebangsaan

 

PPPM, LAMONGAN – Cak Nanto, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah (PPPM) menyampaikan ceramah di Masjid Al Abror yang diselenggarakan Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Lembor, Brondong, Lamongan, Ahad 20 Januari 2019.

Dalam rangkaian Turba dan Pengajian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Brondong itu, Cak Nanto menekankan pentingnya kader persyarikatan untuk “Memperkokoh Gerakan Jama’ah Menuju Muhammadiyah Berkemajuan”.

Memulai ceramahnya, pria kelahiran Sumenep, Jawa Timur, itu bercerita mengenai perjuangan dakwah Muhammadiyah di tanah kelahirannya. Para pendahulunya berdakwah melalui hal-hal kecil yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Mereka tidak membawa embel-embel organisasi.

Perlahan, dakwahnya pun mulai diterima karena mencerahkan masyarakat secara bijaksana. Dengan menampilkan dakwah yang santun, Cak Nanto mendorong agar kader-kader muda Muhammadiyah di manapun berada untuk membawa misi dakwah Muhammadiyah.

Dalam kehidupan sosial politik misalnya, mantan Bidang Hikmah PP PM itu mendorong kader-kader yang mumpuni dibidangnya untuk berkiprah dalam ruang yang lebih besar. Dan, kader tersebut selayaknya mendapatkan support dari organisasi. Dengan begitu, distribusi kader pada ranah kebangsaan berjalan dengan baik.

“Jadi bukan hanya untuk unsur pimpinan organisasi saja, tapi kader-kader potensial juga harus dibina, didorong, untuk berkiprah pada ranah-ranah kebangsaan,” ucap Cak Nanto.

Pada ruang itulah kader-kader muda Muhammadiyah diharapkan menyemai dakwah Muhammadiyah. Pria yang dalam 10 tahun terakhir berkiprah dalam Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) mengingatkan khitah dan marwah Muhammadiyah harus terus dibawa dan dijaga.

“Kader Muhammadiyah harus mampu mengisi ruang-ruang sosial politik dengan keadaban dan kebajikan untuk memajukan bangsa dengan tetap kokoh dibawah tenda besar tauhid, ilmu dan amal,” urai Cak Nanto.

Ditambahkan, optimalisasi kader Muhammadiyah yang luwes dan dinamis di bidang sosial politik bisa menjadi kekuatan dakwah yang luar biasa.

Sementara itu, Ketua PCM Brondong Muhammad Iskan dalam kesempatan itu menyampaikan bahwa komitmen persyarikatan harus terus ditingkatkan melalui pembinaan yang menjadi ruh daripada Muhammadiyah. Kedua, menyangkut aspek kepemimpinan organisasi dan manajemen.

“Pola komunikasi harus dibangun, jangan sampai terjadi kasak-kusuk, lakukan dialog, lakukan musyawarah,” kata Mad Iskan, sapaan akrabnya.

Ketiga, menyangkut aspek pemberdayaan ekonomi. Kata dia, kader Muhammadiyah jangan hanya pandai berbicara melainkan juga pandai dalam bergerak memajukan ekonomi umat. Keempat aspek keunggulan, dimana ia menekankan bahwa kader persyarikatan harus mempunyai daya saing.

“Jangan hanya jadi jago kandang, begitu diluar ngelengos, njepiping,” sebutnya.

Aspek kelima menyangkut kaderisasi, dimana Mad Iskan menekankan pentingnya pembinaan generasi muda. Generasi penerus itu harus terus dibimbing, diajak komunikasi agar lebih terarah. Dan, terakhir menyangkut aspek dakwah melalui media massa. (Red.)

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0