in

Pemuda Muhammadiyah Sulteng Beri Donasi kepada Orang Tua Qidam

PPPM – Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah memberikan donasi kepada ayah mendiang Qidam Alfariski Mowance (20), warga yang tewas ditembak polisi di belakang Polsek Poso Pesisir Utara, Kamis (9/4) lalu karena disangka sebagai bagian dari jaringan MIT (Mujahidin Indonesia Timur).

Penyerahan donasi diserahkan langsung Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah Abdul Hanif kepada Irwan Mowance, ayah kandung (alm) Qidam, di Rumah Qur’an Liwaul Haq Palu, Jumat (17/4).

Irwan Mowance bersama tim kuasa hukum diketahui sudah sepekan berada di Palu. Mereka melapor ke Komnas HAM dan Polda atas dugaan pembunuhan terhadap anaknya.
Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah Muhammad Syaltut Abdullah mengatakan, donasi yang diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemuda Muhammadiyah kepada orang tua almarhum Qidam yang tengah menuntut keadilan atas kematian anaknya. “Semoga dengan sedikit bantuan ini bisa membantu meringankan orang tua almarhum Qidam, selama mereka di Palu,” ucap Syaltut.

Sementara terkait tragedi tersebut, menurut Syaltut, pihak kepolisian sebagai pengayom masyarakat harus banyak mengevaluasi kinerja di lapangan terkait dengan SOP bagaimana mengaplikasikan UU penanggulangan terorisme serta mempertimbangkan asas praduga tidak bersalah.
Sehingga kata Syaltut, dalam mengeksekusi suatu kasus terkait dugaan terorisme benar-benar sebagai bentuk perwujudan pengayom masyarakat.

“Ya gimana logikanya kalo tugas kita sebagai pengayom, pelindung, pengaman bila justru berlaku semena-mena. Masyarakat sudah mawas terkait penanganan kasus Siyono beberapa tahun lalu yang sempat diadvokasi oleh Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, dan kini terulang kembali,” sebutnya.

Maka menurut Syaltut, kasus ini wajib di bawah ke ranah hukum.
Dia juga berharap semoga institusi Polri dapat bersikap objektif dalam merespons kasus ini, khususnya terhadap oknum kepolisian yang terlibat. “Sehingga ada titik terang yang berkeadilan, dan marwah kepolisian (sesuai tugasnya) sebagai instansi yang legal dalam pemerintahan tetap terjaga,” pungkas Syaltut.

Sumber : radarsulteng.id

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0