in

Pemuda Muhammadiyah Sukoharjo Kawal Proses Hukum Tukang Becak Korban Penganiayaan Satpam

PPPM – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Sukoharjo bersilaturahmi ke rumah Ngadino Cipto Wiyono di Telukan, Grogol, Sukoharjo, Senin (20/4). Ngadino adalah tukang becak yang sempat viral beberapa hari ini karena dianiaya oleh 3 oknum satpam Museum Keris di Solo.

Rombongan yang ikut silaturahmi diantaranya Muhammad Tri Wibowo (Ketua PDPM), Slamet Untoro (Sekretaris PDPM), Fery Kurniawan (Kabid Hukum) dan jajaran Kokam Sukoharjo. PDPM Sukoharjo juga memberikan sedikit tali asih berupa sembako.

“Hari Jumat kemarin Pak Ngadino dipukuli selepas kencing di pekarangan Museum. Beliau dituduh mau mencuri karena memasuki area museum melintasi pagar pendek. Beliau terpaksa tidak melewati pintu masuk karena sudah tidak bisa menahan kencing,” jelas Fery Kurniawan, Kabid Hukum PDPM Sukoharjo.

Ferry mengatakan, tiga oknum satpam tersebut melakukan tindak kekerasan dengan memukul dan menendang sampai darah bercucuran di wajah Ngadino. “Padahal beliau sudah minta maaf dan hanya numpang kencing bukan untuk mencuri,” ujarnya.

PDPM Sukoharjo mengkritisi sikap satpam di Museum Keris Solo yang mengedepankan kekerasan. “Apakah SOP di Museum Keris seperti itu, hal ini yang harus diperbaiki oleh pengelola. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” tegas Fery.

“Pak Ngadino sudah melapor ke Polresta Surakarta tanggal 18 April 2020 atas tindak penganiayaan ini. PDPM Sukoharjo akan mengawal proses hukum kasus ini agar beliau memperoleh keadilan,” pungkas Ferry.

Sumber : swamedium.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0