in

PDPM Silaturahmi ke GP Ansor di Markas Taktis Banser X-10 Rembang

PPPM – Jajaran pengurus Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Rembang sowan kepada jajaran pengurus pimpinan cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Nahdlatul Ulama Kabupaten Rembang. Pertemuan itu berlangsung di markas taktis Banser X-10 Rembang, Kamis (5/3/2020).

Ketua Pemuda Muhammadiyah Rembang, Mahmud Wildan Taufik ditemui secara langsung oleh ketua PC GP Ansor Rembang M. Nadhif Sidqi. Pertemuan itu dalam rangka menanggapi isu konflik yang terjadi antara NU dan Muhammadiyah di Yogyakarta.

“Kami sengaja sowan untuk membangun silaturahmi dengan sahabat sahabat Ansor. Secara pribadi dan juga mewakili Pemuda Muhammadiyah Rembang meminta maaf atas kejadian itu. Kami ingin, hubungan Ansor dan Pemuda Muhammadiyah yang selama ini sudah baik, bisa menjadi lebih baik lagi. Saya sami’na wa ato’na sama panjenengan Gus (Nadhif Shidqi). Terkait yang terjadi disana (Yogyakarta) saya tidak faham, saya minta maaf,” kata Mahmud Wildan saat berbincang dengan M. Nadhif Sidqi.

Ketua PC GP Ansor Rembang, M. Nadhif Shidqi mengaku berterimakasih atas kedatangan pengurus Pemuda Muhammadiyah Rembang. “Terimakasih sudah mau dolan. Problem kita itu, baru silaturahmi ketika ada urusan,” ucap Gus Nadhif, sapaan akrabnya.

Gus Nadhif menambahkan, terkait peristiwa Yogya, pihaknya mengakui sangat kecewa. Pasalnya, penolakan itu dilakukan oleh sebagian warga yang menamakan diri sebagai warga Muhammadiyah yang notabene sudah dianggap sebagai saudara karena selama ini hubungan yang cukup harmonis.

“Terus terang sebagai pemuda, kami sangat kecewa. Selama ini kita belum pernah mendengar dan menyaksikan sikap Muhammadiyah yang merongrong nilai-nilai pertemanan seperti kejadian Yogya,” ucapnya.

Hal sama juga dikatakan Sekretaris Ansor Rembang, Pujianto. Dikatakannya, dengan adanya peristiwa itu, yang paling direpotkan adalah pengurus Ansor.

“Bagaimana tidak, kami harus menahan sahabat-sahabat di tingkat bawah yang “marah” atas peristiwa itu. Kader di bawah itu macam-macam karakter. Kami berharap, peristiwa ini tak terulang kembali,” ucap Pujianto.

Sebelumnya telah terjadi penolakan sebagian warga yang mengatas namakan Muhammadiyah Yogyakarta atas pengajian Harlah NU ke-94 yang sedianya digelar di Masjid Gede Kauman Yogyakarya. Akibat penolakan itu, pengajian dipindahkan ke kompleks Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta.

Akibat kejadian itu pun hubungan antara NU dan Muhammadiyah di daerah, khususnya di Rembang menjadi cukup hangat. Hal itu terlihat dari maraknya postingan dan meme terkait isu tersebut di media sosial.

Sumber:
nurfmrembang.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0