in

NgobrAMM Pamekasan: Usaha Kerap Gulung Tikar Karena Gaya Hidup Melebihi Isi Dompet

NgobrAMM Pamekasan
NgobrAMM Pamekasan

PPPM – Rapat Kerja Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Tuban mengajak angkatan muda Muhammadiyah menjadi pengusaha milenial. Rapat kerja ini bertempat di HJR Cafe Jalan raya pasar kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Ahad 23 Februari 2020.

Kegiatan raker dikemas dengan Ngobrol Bareng Angkatan Muda Muhammadiyah (NgobrAMM) menghadirkan narasumber Diskoperindag, Imam Susilo, Papa Muda Tuban, Fathul Amin dan pengusaha sekaligus Sekjen Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur Edi Utomo.

Ketua PDPM Tuban, Chusnul Yakin dalam kesempatan NgobrAMM mengajak puluhan kader untuk menetapkan pikiran menjadi pengusaha sebab impian PDPM berkeinginan kader organisasi giat untuk menumbuhkan gerakan berwirausaha bagi kalangan milenial.

“Adik–adik sekarang kita ditanya apa cita-citamu nanti, pasti kebanyakan dari anak milenial lebih memilih menjadi pengusaha daripada pekerjaan lain di usia muda,” ucapnya.

Tingginya minat menjadi pengusaha di usia muda itu, menjadikan raker yang diikuti puluhan kader AMM itu sebagai ajang diskusi bersama menjadi pengusaha sukses.

Narasumber PWM Jatim, Edi Utomo saat memberikan tips usaha bagi kaum milenial mempersoalkan perilaku konsumtif bagi kalangan usahawan muda yang notabenenya baru membuka bidang usaha. Ibarat pepatah besar pasak daripada tiang pada ahirnya gaya konsumtif menjadikan usahanya tidak berkembang atau bahkan bangkrut.

“Usaha kerap gulung tikar disebabkan gaya hidup melebihi isi dompetnya. Dan percampuran antara uang pribadi dan modal usaha sehingga hal itu berpotensi usaha tidak berkembang,” tutur Edi Utomo.

Pengusaha alat kesehatan ini meminta, puluhan kader-kadernya dalam dunia usaha mempertimbangan pemasukan dan pengeluaran, barang dan modal lebih tepat dengan gaya hidup sederhana. Ia memberi contoh kiat sukses menjadi usaha di era digitalisasi masa kini untuk menjadi pelaku usaha barang di media online.

“Di dunia jual beli online banyak penjual tanpa gerai atau toko bahkan barangnya. Adik–Adik jadilah bagian dari perantara penjual tersebut. Dengan bekal kepercayaan lambat laun akan menemukan kesuksesan usaha dengan caramu sendiri,” paparnya.

Perwakilan Diskoperindag Tuban, Imam Susilo mengapresiasi pertumbuhan minat generasi milenial lebih berkeinginan menekuni dunia usaha perdagangan. Karena itu, dari Diskoperindag Tuban siap bila diajak memberikan kiat untuk mengembangankan dan memberikan pelatihan usaha bagi para pelakunya.

“Dinas siap untuk mengakomodir usaha yang kesulitan dan memfasilitasi pelaku usaha kecil, menengah di wilayah Tuban,” pungkasnya.

Sumber: timesindonesia.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0