in

Makan Siang Bersama Muhammadiyah Bali, PM: Dananya Swadaya Dari Warga Persyarikatan

PPPM – Banyak cara untuk berkontribusi di tengah pandemi Virus Corona (COVID-19) yang melanda Indonesia. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Provinsi Bali. Salah satu ormas Islam terbesar di Indonesia itu meluncurkan program ‘Makan Siang Bersama Muhammadiyah’.

Kemarin, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bali membagikan ratusan paket nasi bungkus secara gratis kepada pengguna jalan. Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus gratis itu dilakukan di depan sekretariat mereka di Jalan Imam Bonjol, Denpasar.

Ketua Pemuda Muhammadiyah Bali, M Syobri menuturkan, kegiatan ini terlaksana atas kerja sama antar-majelis lembaga dan organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah Bali.

“Kegiatan ini dikomandani oleh Ketua Muhammadiyah COVID-19 Comman Center (MCCC), dr Taha. Hari ini kegiatan awal, kami membagikan 200 paket nasi bungkus kepada pengguna jalan,” kata Syobri, Sabtu (4/4/2020).

Sasaran kegiatan ini sendiri, Syobri melanjutkan, adalah mereka-mereka yang terpaksa bekerja di luar rumah. “Sasaran kegiatan ini adalah pekerja jalanan. Untuk sumber dananya swadaya dari warga Muhammadiyah Provinsi Bali,” paparnya.

Selain membagikan paket makan siang gratis, Syobri menuturkan jika program lain yang diinisiasi lembaganya di antaranya pembagian sembako kepada korban Corona COVID-19 dan penyemprotan disinfektan di masjid-masjid yang tersebar di Bali.

Meski membagikan makanan gratis kepada warga yang melintas, Syobri memastikan jika kegiatan ini tetap memperhatikan protokol kesehatan penanggulangan COVID-19 sebagaimana ditetapkan pemerintah.

“Sedapat mungkin kami hindari kerumunan. Petugas yang membagikan paket makan siang pun diatur betul jaraknya dan kami bekali dengan APD (Alat Pelindung Diri) seperti masker, hand sanitizer dan sarung tangan,” katanya.

Menurut Syobri, selain memiliki nilai amal yang besar, berbagi di tengah situasi bencana merupakan spririt yang mendasari pergerakan Muhammadiyah.

“Di saat pemerintah memberlakukan kebijakan pembatasan sosial berskala besar, warga mematuhinya dengan tetap tinggal di rumah. Warung-warung dan pertokoan pun ikut tutup. Sementara mereka yang tetap bekerja di jalan kesulitan mencari warung makan. Kami, Muhammadiyah, hadir mengisi celah kosong tersebut,” katanya.

Sumber: liputan6.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0