in

Gus Yaqut Tengarai Adanya Upaya Membenturkan NU dan Muhammadiyah

PPPM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan kepada seluruh kader Ansor dan Banser untuk tetap solid dan waspada terhadap kelompok-kelompok yang selalu merongrong dan mengganggu kebhinekaan serta keutuhan NKRI.

“Saat ini masih saja ada kelompok-kelompok yang ingin mengubah negara yang kita cintai ini dengan bentuk lain, seperti khilafah islamiyah. Banyak cara dilakukan, salah satunya berupaya membenturkan antara NU dan Muhammadiyah, seperti kejadian pelarangan penyelenggaraan kegiatan Harlah NU di Masjid Kauman di Yogyakarta, karena di sana merupakan basis Muhammadiyah,” tandas Yaqut, saat memberi pengarahan di acara pelantikan pengurus PC GP Ansor Kabupaten Tegal, di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa).

Hadir dalam acara ini Bupati Tegal Umi Azizah, Wakil Bupati Sabilillah Ardie, Ketua DPRD Agus Salim, Kapolres, Dandim dan jajaran Forkompimda, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Tegal KH Chambali Utsman, Ketua PCNU Akhmad Wasy’ari, KPU, Bawaslu, Ketua PW GP Ansor Jateng Sholahuddin Aly, jajaran pimpinan pusat dan wilayah Jateng GP Ansor, Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, PMII, Ketua Pemuda Muhammadiyah, dan beberapa OKP.

Pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini mengatakan, ketika dua pilar NKRI yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah, berhasil dibenturkan, akan lebih mudah melaksanakan agenda meruntuhkan NKRI.

“Untuk itu, saya meminta seluruh kader Ansor dan Banser untuk tetap waspada, jangan mudah terpancing, solid satu komando dan selalu siap dalam menjaga tegak berdirinya NKRI,” katanya di depan seribuan kader Ansor dan Banser yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Gus Yaqut kembali mengingatkan kepada seluruh kader Ansor dan Banser, terutama pengurus yang baru dilantik untuk istiqomah dalam menjalankan roda organisasi.

“Ketua, sekretaris, dan juga pengurus jangan hanya “ngeloni” (jangan hanya menyimpan) SK saja, tidak berbuat apa-apa. Bikinlah kegiatan, program yang bermanfaat bagi anggota, lingkungan, dan masyarakat banyak. Pengurus itu mengurus, bukan malah jadi urusan orang,” ujarnya.

Apalagi, jelas Gus Yaqut, Ansor adalah masa depan NU.  “Jadi, wajah NU ke depan tergantung bagaimana mengurus Ansor hari ini. Kalau mengurus Ansornya berantakan, bisa dipastikan wajah NU ke depan juga tidak baik juga,” katanya.

Bupati Tegal Umi Azizah yang hadir memberi sambutan mengucapkan selamat kepada pengurus GP Ansor Kabupaten Tegal yang yang baru saja dilantik. Umi meminta seluruh pengurus istiqomah, ikhlas, menjunjung integritas, dan serius membesarkan organisasi.

“Saya melihat selama ini GP Ansor mampu mempertahankan eksistensinya sebagai organisasi kepemudaan yang baik, memiliki modal sosial, selalu menunjukkan kualitas peran dan kuantitas anggotanya di negeri ini,” kata Umi.

Bupati mengatakan, perubahan dunia berlangsung sangat cepat. Era Internet of Thing, lanjut dia, membawa banyak dampak positif dan negatif. Menurut dia, yang berbahaya adalah jika lebih besar dampak negatifnya yang terserap, seperti media sosial yang kini sudah menjadi ladang penyebaran informasi menyesatkan, hoaks, ujaran kebencian, dan intoleransi.

Dia berharap Ansor juga harus aware atau tanggap terhadap masalah ini. Sebagai organisasi Islam Ansor diminta konsisten menyebarkan ajaran ahlusunnah wal jamaah dan wajah  Islam yang rahmatan lil alamin.

Sumber: mediaindonesia.com

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0