in

Cak Nanto Dorong Menteri Kabinet Indonesia Maju Hilangkan Ego Sektoral

100 Hari Jokowi-Maruf Amin

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto (baju batik) - dok Departemen Informasi dan Komunikasi PPPM
Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto (baju batik) - dok Departemen Informasi dan Komunikasi PPPM

PPPM – Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhamadiyah (PPPM) Cak Nanto memberikan penilaiannya terhadap 100 hari pemerintahan Joko Widodo – Ma’ruf Amin. Kata dia, dalam 100 hari pemerintahan Jokowi-Maruf, terlihat belum ada kesatuan gerak dalam Kabinet Indonesia Maju.

Diakui, mengukur kinerja pemerintah yang sudah berjalan selama 100 hari merupakan hal yang tidak mudah. Namun paling tidak hal tersebut bisa terlihat dari kinerja menteri pada Kabinet Indonesia Maju. Dimana yang muncul ke permukaan justru ego sektoral masing-masing kementerian.

“Jangan sampai terjebak stereotipe dimana segala posisi harus NU. Mari hilangkan ego sektarian antara NU dan Muhamadiyah karena semuanya adalah anak bangsa,” kata Cak Nanto dalam Focus Group Discussion Mendorong Efektivitas Kinerja Kabinet Indonesia Maju yang diselenggarakan Master C19 di Jakarta, Selasa 11 Februari 2020.

Pengamat politik Karyono Wibowo dalam kesempatan yang sama mengatakan, dalam 100 hari pertama ada plus minus. Secara umum sulit untuk melihat keberhasilan dan kegagalan pemerintah, namun ia juga menyoroti para menteri agar membuat skema antara program dan anggaran.

Direktur Indonesia Public Institute (IPI) itu mengemukakan menteri di Kabinet Indonesia Maju harus membuat progress report sesuai visi misi presiden dan wakil presiden.

“Harus dibuat skoring, sudah capai target apa belum sesuai visi misi presiden. Kalau belum mencapai target dan tak sesuai hasil yang selaras dengan visi presiden, jangan ragu menteri untuk dipanggil. Misal, rapornya merah ya diganti. Presiden harus tegas karena presiden bilang tidak akan segan memecat para pembantunya.”

Analis Politik UI Broto Wardoyo mengatakan mengenai peran Wapres Ma’ruf Amin, sesungguhnya sudah sesuai dengan jalur. Menurut dia, tidak ada yang tumpang-tindih dengan tugas Presiden karena posisi Wapres menjalankan apa yang tidak dilakukan Presiden Jokowi.

“Ada banyak program yang sudah dilakukan Ma’ruf Amin yang hanya masuk di website Setwapres, tetapi tidak muncul sama sekali di media mana pun,” tutur Broto.

Sementara Tim Ahli Wakil PresidenM Noor Marzuki mengatakan semua menteri harus bisa melaksanakan visi misi yang dicanangkan Jokowi dan Ma’ruf Amin. Mengenai posisi Wapres saat ini, kata dia, sulit untuk melihat anggaran di kementerian.

“Wapres bukan merupakan pelaksana, hanya pengawasan. Hal ini yang sering sulit dilakukan karena semua anggaran ada di kementerian masing-masing,” pungkasnya.

Penulis: admin

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0