in ,

Cak Nanto: Amar Makruf Nahi Munkar Harus Dengan Cara Makruf, Tidak Boleh Dengan Cara Munkar

PEMUDAMUHAMMADIYAH.ORG, MANADO – Konsep amar makruf nahi munkar Muhammadiyah memang berbeda. Konsep gerakan amar makruf nahi munkar di Muhammadiyah disandingkan dengan istilah tajdid atau perbuatan yang mencerahkan.

Karenanya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Cak Nanto mengingatkan bahwa bagi Pemuda Muhammadiyah, menjalankan prinsip dakwah amar makruf nahi munkar tidak boleh dilakukan dengan cara-cara yang munkar, tapi harus dengan cara yang juga makruf.

“Dakwah yang damai dan makruf meski yang kami hadapi adalah kemunkaran. Setiap kemunkaran tidak bisa kita hadapi dengan kemunkaran itu sendiri tapi harus dihadapi dengan kemakrufan dan kebijakan,” tuturnya dalam Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah, Ahad (4/4).

Tak hanya menyinggung soal cara dakwah, Cak Nanto juga meminta kader-kader Pemuda Muhammadiyah menggaungkan konsep moderasi atau wasathiyah yang dibawa oleh Persyarikatan Muhammadiyah dengan tiga aspek pemahamannya yakni bayani (dalil), burhani (ilmu), dan ‘irfani (hikmah).

Tugas amar makruf nahi munkar Pemuda Muhammadiyah kini menurut Cak Nanto adalah menerjemahkan konsep Darul Ahdi wa Syahadah Muhammadiyah melalui kerja-kerja nyata dan kolaboratif membangun umat, bangsa dan kemanusiaan.

“Jadi harapan terbesar adalah konsep kolaborasi gerakan di mana saya selalu berprinsip kalau hanya ada satu lidi tidak bisa membersihkan semua anasir-anasir yang ada, tapi yakinlah kalau kita bersatu kemungkinan besar anasir-anasir yang mengotori tubuh kita akan cepat kita selesaikan. Kami selalu siap untuk membantu dan berkolaborasi demi kemajuan bangsa ini,” tutupnya.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

0